- Trending
- Berita terkini, terpercaya, dan aktual dari seluruh Indonesia
- Rabu, 11 Maret 2026
RUANG INDONESIA, BEKASI - Rencana Direktur Utama PT Mitra Patriot, David Rahardja, yang ingin membuka rekrutmen tenaga kerja baru menuai sorotan tajam dari kalangan legislatif. Anggota Komisi III DPRD Kota Bekasi dari Fraksi PAN, Abdul Muin Hafied, menyebut langkah tersebut sangat tidak realistis dan mencerminkan ketidaktahuan terhadap kondisi internal perusahaan milik daerah itu.
“Pegawai yang ada saja tidak digaji lebih dari satu tahun. Banyak karyawan yang memilih mundur dan berhenti karena tidak ada kepastian. Sekarang jumlah karyawannya bisa dihitung jari. Harusnya itu yang dibereskan dulu, bukan malah sibuk membuka rekrutmen baru,” tegas Muin kepada wartawan, Senin (28/7/2025).
Menurut Muin, rencana kerja David Rahardja justru menunjukkan sikap ambisius yang tidak berpijak pada realitas keuangan dan manajerial PT Mitra Patriot.
Ia mempertanyakan logika di balik keputusan tersebut, mengingat perusahaan masih menyimpan segudang persoalan yang belum diselesaikan.
“Saya kira rencana kerja yang disampaikan saudara David Rahardja tidak hanya tidak realistis, tapi cenderung muluk-muluk. Ambisi besar tapi tidak melihat kemampuan perusahaan,” ujarnya.
Politisi PAN ini mengingatkan bahwa sebagai Direktur Utama yang baru, langkah awal yang seharusnya dilakukan adalah pembenahan total manajemen dan penyelesaian berbagai permasalahan internal perusahaan. Tanpa itu, menurutnya, segala bentuk ekspansi atau rekrutmen baru hanya akan memperburuk kondisi yang sudah rapuh.
“Pekerjaan rumah itu selesaikan dulu. Jangan melangkah terlalu jauh tanpa pembenahan internal. Yang ada nanti bukan perbaikan, malah nambah masalah,” tambah Muin.
Lebih jauh, Muin menekankan pentingnya PT Mitra Patriot untuk tunduk dan patuh pada regulasi daerah, khususnya Peraturan Daerah (Perda) yang menjadi dasar hukum dalam menjalankan bisnis.
“Lihat dan pahami perdanya! Jangan semua lini bisnis mau dikerjakan tanpa tahu boleh atau tidak dalam aturan. Ini perusahaan milik daerah, bukan milik pribadi,” tandasnya. (Dn)
Fans
Fans
Followers
Subscribers